RSS

Cara kerja printer

01 Feb

by mas-wahyu

Printer atau pencetak adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan hard copy data dalam bentuk cetakan, baik berupa teks ataupun gambar/grafik. Pada umumnya, printer terdiri tray dan toner/tinta. Tray adalah tempat kita menaruh kertas, dan toner/tinta adalah yang melakukan pencetakan. Perbedaan antara toner dan tinta adalah toner/laser membutuhkan pemanasan untuk dapat mencetak, sedangkan tinta/inkjet tidak membutuhkan pemanasan untuk dapat melakukan pencetakan, tetapi membutuhkan pembersihan pada print head printer tersebut.

Impact dan Non-Impact

Ada beberapa teknologi utama printer yang digunakan dan dapat dibagi menjadi 2 kategori utama dengan beberapa tipe.

    • Impact
        • Dot Matrix Printer

      Menggunakan serangkaian pin kecil dan pita tinta, menyebabkan tinta berpindah pada kertas pada titik sentuhannya.

        • Character Printer

      Menggunakan prinsip mesin ketik. Menggunakan serangkaian bar dengan karakter (huruf dan angka) yang timbul. Karakter yang sesuai dipukulkan pada pita tinta untuk mendapatkan cetakan.

Printer ini menggunakan mekanisme yang menyentuh kertas untuk dapat menghasilkan cetakan.

    • Non-Impact
        • Ink Jet Printers

      Menggunakan serangkaian nozle yang menyemprotkan tinta secara langsung ke kertas.

        • Laser printers

      Menggunakan tinta kering (toner), listrik statis, dan panas untuk melakukan pencetakan. Prinsip kerjanya sama dengan mesin fotocopy.

        • Solid Ink Printers

      Menggunakan batangan lilin seperti tinta yang dilelehkan dan disemprotkan pada kertas. Lilin ini kemudian mengering pada kertas.

        • Dye Sublimation Printers

      Menggunakan gulungan film transparan yang panjang yang memiliki warna merah, biru, kuning, dan abu-abu. Yang terdapat dalam film ini adalah 4 warna dasar yang digunakan dalam pencetakan (CMYK). Head print menggunakan elemen dengan suhu yang bervariasi bergantung pada warna yang diinginkan. Pewarna diuapkan dan diserap permukaan kertas sebelum kembali menjadi padat.

        • Thermal Wax Printers

      Semacam hybrid dari teknologi Solid Ink dan Dye Sublimation. Menggunakan pita warna CMYK. Pita warna melewati head print yang memiliki serangkaian pin yang dipanaskan. Pin ini mencairkan lilin dan merekatkannya pada kertas hingga mengeras kembali.

        • Thermal Autochrome Printers

      Berbeda dengan jenis printer lainnya, warna tidak terletak pada printer melainkan pada kertas yang akan dicetak. Terdapat tiga lapisan (Cyan, Magenta, Yellow) pada kertas dan setiap lapisan diaktifkan dengan suhu tertentu. Print head melewati kertas tiga kali dengan memberikan suhu yang sesuai dengan lapisan warna yang diperlukan.

Printer jenis ini tidak menyentuh kertas saat melakukan pencetakan.

Dari semua teknologi ini, Ink-Jet printer adalah yang paling populer.

Cara Kerja Ink-Jet Printer
Disaat kita meng-klik tombol OK atau Print, ada beberapa aksi yang dilakukan.

  1. Aplikasi perangkat lunak yang digunakan mengirimkan data yang akan dicetak ke printer driver.
  2. Driver menerjemahkan data yang dikirimkan menjadi data yang dapat dimengerti oleh printer dan memeriksa apakah printer siap untuk melakukan pencetakan.
  3. Data kemudian dikirimkan oleh driver dari komputer ke printer dengan menggunakan antarmuka koneksi paralel/USB.
  4. Printer menerima data dari komputer dan sejumlah data disimpan dalam Buffer. Buffer dapat berukuran dari 512 KB RAM hingga 16 MB RAM bergantung pada modelnya. Buffer sangat berguna karena mengijinkan komputer melakukan pencetakan dengan cepat daripada harus menunggu halaman yang sebenarnya untuk dicetak.
  5. Jika printer dalam status idle dalam waktu yang lama, biasanya akan dilakukan proses pembersihan head print terlebih dahulu. Setelah pembersihan selesai, printer siap untuk mencetak.
  6. Circuit Control mengaktifkan feed motor stepper untuk mengambil kertas. Motor ini mengaktifkan roll dan mengambil kerta yang ada pada tray kertas. Ada mekanisme kecil yang melakukan pengecekan pada tray kertas. Jika ada kertas yang terdeteksi, maka pencetakan dilakukan. Tapi jika tidak terdeteksi adanya kertas, LED pada printer akan menyala dan printer mengirim alert Printer is out of paperpada komputer.
  7. Setelah kertas dimasukkan, print head menggunakan belt untuk berpindah posisi mengitari kertas. Motor berhenti setiap sepersekian detik memberi waktu pada print head untuk menyemprotkan titik-titik tinta pada kertas sebelum kembali bergerak. Pergerakan ini terjadi begitu cepat sehingga terlihat seperti kontinyu.
  8. Beberapa titik dibuat dalam sekali semprot. Head print menyemprotkan warna CMYK dalam nilai yang tepat sehingga didapat warna yang diinginkan.
  9. Setelah mencapai batas sisi kertas, print head kembali ke sisi awal kertas (atau pada beberapa printer print head berputar/berbalik) dan kembali mencetak.
  10. Proses diatas berulang hingga tercetak satu halaman penuh. Waktu yang digunakan untuk mencetak satu halamann juga bervariasi, bergantung pada kompleksitas halaman ataupun gambar yang dicetak.
  11. Setelah pencetakan selesai, head print diposisikan disisi lain diluar area kertas. Feed motor stepper kemudian mendorong kertas hingga kembali ke tray dan pencetakan selesai. Saat ini, kebanyakan printer sudah menggunakan tinta yang cepat kering sehingga dokumen hasil cetak dapat langsung digunakan tanpa harus menunggu smudging terlebih dahulu.

Bagaimana jika saat mencetak (printing), program pencetak kita close. Apa yang terjadi?
Aplikasi pencetak termasuk dalam background service dimana disaat kita close, aplikasi tetap berjalan dalam system tray dan tetap aktif hingga pencetakan selesai. Maka, proses pencetakan akan tetap berjalan hingga selesai.

Kemudian bagaimana jika disaat kita melakukan printing, koneksi komputer dengan printer terputus (kabel terlepas, atau lainnya)? Seperti telah dijelaskan diatas, saat kita melakukan pencetakan dokumen, driver menterjemahkan data dan kemudian mengirimkannya dan menyimpannya pada memory buffer. Dengan adanya data yang tersimpan pada memory buffer printer, maka disaat kita meng-close program, printer tetap dapat melakukan pencetakan hingga data dalam memory buffer selesai di cetak. Misalkan kita akan mencetak 25 halaman dan data 10 halaman sudah tersimpan dalam memory buffer, sedangkan data 15 halaman lainnya masih dalam komputer karena besarnya buffer yang terbatas. Kemudian kabel koneksi (paralel/USB) kita cabut, maka halaman yang dapat dicetak printer adalah sebanyak 10 halaman (data yang sudah masuk dalam buffer), sedangkan 15 halaman lainnya tidak dapat dicetak karena data belum diterima oleh printer.

Referensi : HowStuffWork.ComWikipedia

 
Leave a comment

Posted by on February 1, 2011 in Informasi Teknologi

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: